Sabtu, 17 Februari 2018 Balai Baca bersama Sukma Berbagi field trip ke tanah Gayo loh. Yey!! Perjalanan berkelok yang memakan waktu sekitar empat jam itu akhirnya berhenti di atomic launch (start pengarungan) Gayo Rafting, yang terletak di Peusangan, Takengon. 

Rasa pusing, mual selama perjalanan langsung hilang ketika mencium aroma sungai dan pegunungan. Suhu yang sejuk juga membuat kami serta merta ingin cepat-cepat menjejalkan sesuatu kedalam perut hehe. Maklumlah, diantara tujuh Pasukan Balai Baca cuma satu orang yang bisa duduk santai tanpa mual-mual. Kami istirahat sejenak di pondok kayu di tepi sungai, sambil menunggu antrian rafting  kami akhirnya makan siang bersama.

Pukul satu siang akhirnya tiba giliran kami menaiki perahu karet. Dimanapun dan kapanpun keriuhan selalu menjadi ciri kas kami. Dari mulai memakai perlengkapan arung jeram sampai dengar aba-aba dari kaka-kakak skippers. Apalagi kami juga ditemani oleh dua orang ‘penduduk pribumi’ Tanah Gayo yang super Gokil, kalau di foto ini abang-abang yang nggak pakai pelampung. Biasalah mereka yang punya sungai katanya. Hihihi.

Setelah siap memasang segala perlengkapan keamanan, kami mulai menginjakkan kaki di perahu karet. Kegembiraan menyeruak manakala kami memacu perahu satu sama lain. Yup, karena jumlah kami semuanya 15 orang, jadi kami dibagi kedalam dua perahu karet.

Sesekali perahu kami bertubrukan, yang lain malah mengambil kesempatan menyipratkan air menggunakan paddle dan sukses membuat sebagian baju kami basah. Tak mau kalah, akhirnya kami saling menyipratkan air. Seru bangetttttt!!!!

Ketika menjumpai jeram perau kami sempat tersangkut, untungnya ada abang skippers yang siap siaga. Jadi kami bener-bener aman. Kedalaman air pun hanya mencapai maksimal 3 meter. So, ketika kami sampai di spot berenang, tanpa pikir panjang lagi kami semua langsung nyebur deh. Rasanya nggak mau keluar dari air saat perahu kami hampir menemui tikungan yang memaksa kami harus kembali kedalam perahu. Satu jam terlewati begitu saja sampai perahu kami berhenti di finish. Tapi masih belum puas juga, sangking serunya bermain air.

Diperjalanan pulang kami juga menyempatkan diri menyicipi nanas Pegasing yang luar biasa manis. Sungguh alam yang indah nan manis.

Terima kasih banyak telah membawa anak-anak ini menjemput pengalaman luar biasa di bumi Pegasing. Kami terus bersyukur untuk setiap langkah yang terlewati. Pengalaman Arung Jeram ini juga akan ditulis oleh anak-anak ini. Tunggu Ceritanya ya.

 

 

Categories: Balai BacaEvent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Event

Travel For Share Desa Suka Tani

Agenda jalan-jalan Balai Baca kali ini menyasar sebuah Desa yang berjarak 34 Km dari pusat kota Bireuen. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya akses masyarakat terhadap berbagai hal, apa lagi akses buku bacaan. Maka dari itu Tim Read more…

Balai Baca

Gerombolan Keren Sukma Bangsa Jilid II

  Yup! Anak-anak OSIS SMA Sukma Bangsa telah berbagi pengalaman, keterampilan seta keceriaan bersama anak-anak didik Balai Baca sebulan penuh pada Oktober tahun lalu. Kegiatan  yang masuk dalam agenda kerja OSIS tersebut terbilang sangat sukses Read more…

Balai Baca

Kembalinya Senyum Jamal

Bustamal namanya, tapi kami dan anak-anak lain di desa kami memanggilnya Jamal. Bocah lelaki berusia 13 tahun itu beberapa waktu lalu mengalami musibah ketika dirinya hendak mencari nafkah. Mencari nafkah sendiri untuk menambah uang jajan Read more…