Akhirnya cita-cita memperluas akses bacaan kepada anak-anak di pedalaman mulai terbuka. Melalui Ransel Baca hari ini kami berpetualang ke salah satu sekolah di Kecamatan Juli, Bireuen yaitu SD N 12 Juli. Sekolah ini berada di Dusun Bivak, dengan jumlah siswa sebanyak 80an memiliki eman ruang belajar, satu kantor guru yang juga merangkap sebagai ruang kepala sekolah, dan satu gedung perpustakaan. Dengan 15 guru, diantaranya 8 orang PNS (termasuk ibu kepala sekolah)  dan 7 guru honorer.
Untuk mencapai sekolah ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit, dengan kondisi jalan yang masih tanah berbatu dan diperparah lagi dengan jalan yang rusak akibat mobil-mobil truck pengangkut pasir dan batu yang lalu lalang di jalan tersebut.
Sesampai kami di sekolah ini, anak-anak langsung mengintip dari jendela dan pintu kelas. Sambutan yang sangat hangat juga kami rasakan, Ibu kepala sekolah yaitu Ibu Nurmadiah langsung menghampiri kami yang baru turun dari kereta untuk menyambut kami. Tak lama mengobrol ringan lonceng tanda istirahat pun berbunyi. Adik-adik ini langsung berlari kearah tumpukan buku yang telah kami susun di selasar kecil yang posisinya berhimpitan antara ruang guru dan ruang belajar, ada juga yang malu dan harus diajak guru untuk berkumpul. Dan mereka duduk melingkar dengan rapi.
Ada sekitar 65 anak yang berkumpul saat itu, saya tau karena pada akhir sesi jajanan sebanyak 50 buah yang saya bagikan ternyata kurang 15 buah. Sebelum membaca, untuk menenangkan kondisi riuh adik-adik yang tidak sabar lagi ingin mengambil buku, kami mengajarkan yel-yel yang juga kami dapatkan dari orang tua kami di GMB Balai Baca yang berbunyi.
“Anak Soleh!” seru salah satu relawan, “Siap!!!” jawab mereka sambil meninju langit. “Apa Kabar?” dan mereka menjawab “Alhamdulillah, Sehat, Allahuakbar”. Lalu adik-adik ini mulai membaca.
Waktu istirahat yang biasanya 30 menit, diperpanjang jadi 1 jam 30 menit. Setelah membaca beberapa dari adik-adik ini menceritakan apa yang mereka baca, bagi yang berani bercerita maka mendapatkan 3 buah buku tulis, 1 jajanan dan buku bacaan untuk koleksi perpustakaan sekolahnya. Setelah selesai membaca, Salsabila, gadis yang duduk di kelas satu ini langsung menunjukkan jarinya kelangit, menandakan dia ingin maju ke depan dan bercerita. Ia membaca buku berjudul Putri Muslimah dan dengan suara lantang ia menceritakan isi buku tersebut. Anak yang hebat. Setelah itu adaada Liza, Rahmi, Mursalin, Fitri Maulana, Yusnidar, Rahmad, Aidil dan Maya Aliza.
Tidak terasa 90 menit telah berlalu, buku pun di rapikan dan anak-anak ini berbaris dengan rapi untuk bersalaman untuk kembali masuk ke ruangan. Sebelum pulang kami sempat berbincang dengan ibu kepala sekolah, ia bercerita tentang kendala yang dihadapi di sekolah dasar yang telah berdiri sejak 1982 tersebut yaitu siswa yang sering tidak sekolah karena diajak orang tuanya berkebun, ada yang ke keki Gunung Goh sampai berbulan-bulan, ada juga saat ujian siswanya yang tidak datang dan guru-guru ikut mencari anak tersebut kerumah dan ke kebun yang bisa dijangkau. Tentang rapat wali murid, beliau mengharapkan orang tua juga mengajarkan anaknya di rumah lalu ada wali murid yang menjawab “Bagaimana saya bisa mengajarkan anak saya, saya sendiri saja tidak bisa membaca. Dan beberapa cerita lainnya.
Sebelum pulang, sebagai buah tangan kami menyerahkan piagam penghargaan sebagai tanda terima kasih atas dukungan SD N 12 Juli dalam peningkatan minat baca di pedesaan, dan juga 5 buah buku bacaan. Walau tidak banyak, dengan kegiatan ini harapan tali silaturrahmi terus terjalin dan anak-anak di pelosok desa juga merasakan sedikit hal yang dirasakan oleh anak-anak dengan akses bacaan yang mudah.
Categories: Ransel Baca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Event

Travel For Share Desa Suka Tani

Agenda jalan-jalan Balai Baca kali ini menyasar sebuah Desa yang berjarak 34 Km dari pusat kota Bireuen. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya akses masyarakat terhadap berbagai hal, apa lagi akses buku bacaan. Maka dari itu Tim Read more…

Ransel Baca

RANSEL BACA – SIMPANG JERNIH

RANSEL BACA – SIMPANG JERNIH 11 sd. 16 Maret 2017 Pada tanggal tersebut kami mengunjungi dan berkegiatan bersama anak-anak Sekolah Swasta Merdeka. Sekolah ini terletak di Desa Tampor Paloh, Kecamatan Sipang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Read more…