Fieldtrip Balai Baca, 07 Mei 2017, Lelah tapi super seru. Hari ini adik-adik Balai Baca nge-Field Trip ke Stasiun Kereta Api, mengenalkan adik-adik ini moda transportasi baru yang ada di Aceh. Secara bergantian, adik-adik ini diberi kesempatan oleh bapak masinis untuk tau secara langsung bagaimana kereta api dioperasikan, dan mengenal fungsi alat kendali kereta api langsung di ruang kendalinya sambil kereta berjalan. Bapak masinis juga menceritakan mengenai banyak hal tentang kereta api, yang paling seru adalah cerita bagaimana kereta api pertama diciptakan.

Kereta api yang kami naiki baru bisa beroperasi dari Stasiun Krueng Geukuh sampai Stasiun Krueng Manee. Proses pembangunan rel terus berlanjut. Dari sepengamatan saya, kereta api ini lebih dijadikan sebagai wahana wisata, ketimbang alat trasportasi. Terbukti dengan banyaknya keluarga dan kelompok lain selain kami, yang berdatangan dari beberapa daerah untuk mengetahui sebenarnya bagaimana kereta api itu. Dari beberapa diskusi singkat, alasan mereka memang untuk liburan dan ingin tahu kereta api. Sepertinya kereta api ini bisa dijadikan sarana wisata edukatif juga dengan menyediakan guide di stasiun dan di setiap gerbong yang menjelaskan berbagai hal tentang kereta api.

Dengan adanya kereta api ini masyarakat juga perlu diedukasi mengenai manfaat kendaraan umum ini. Banyaknya ibu membawa anak dan orang tua yang berdiri, menurut saya juga akibat kurangnya edukasi mengenai “hukum kereta”, yang mewajibkan mendahulukan orang tua, ibu hamil, penyandang disabilitas dan ibu yang membawa anak untuk duduk. Tidak hanya cukup dengan dengan papan pemberitahuan. Tapi setelah dijelaskan, adik-adik ini dengan senang hati bersedia memberikan kursi mereka dan bersedia berdiri. Oiya, masinisnya ganteng banget, bikin volunteers yang cewe pada meleleh dan yang cowo pada sirik.

Sebelum ke stasiun kereta api, kami sudah duluan menguras tenaga di waterboom lhokseumawe, hampir 3 jam kami berendam dan perang air, kalau saya ingat hal yang kami lakukan tadi mengganggu pengunjung yang lain. Maaf ya bapak, ibu, kakak, abang dan adik atas ketidaknyamanan yang kami timbulkan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekolah Sukma Bangsa Bireuen yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini, pak supir bus yang kami cerewetin, Kak Oja yang udah bolak-balik ke stasiun sehingga kami bisa jumpa sama masinis ganteng, eh bukan… maksudnya sehingga adik-adik ini bisa lebih mengenal lebih dekat kereta api, untuk perorangan lainnya yang banyak membantu di belakang kamera ini. sehingga anak-anak desa ini bisa tersenyum lebar pada hari ini.

Terima kasih telah membantu anak-anak ini bermimpi lebih besar, terima kasih telah mengukir senyum lebar di wajah anak-anak ini.

Categories: EventNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Event

Travel For Share Desa Suka Tani

Agenda jalan-jalan Balai Baca kali ini menyasar sebuah Desa yang berjarak 34 Km dari pusat kota Bireuen. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya akses masyarakat terhadap berbagai hal, apa lagi akses buku bacaan. Maka dari itu Tim Read more…

Balai Baca

Gerombolan Keren Sukma Bangsa Jilid II

  Yup! Anak-anak OSIS SMA Sukma Bangsa telah berbagi pengalaman, keterampilan seta keceriaan bersama anak-anak didik Balai Baca sebulan penuh pada Oktober tahun lalu. Kegiatan  yang masuk dalam agenda kerja OSIS tersebut terbilang sangat sukses Read more…

Balai Baca

Kembalinya Senyum Jamal

Bustamal namanya, tapi kami dan anak-anak lain di desa kami memanggilnya Jamal. Bocah lelaki berusia 13 tahun itu beberapa waktu lalu mengalami musibah ketika dirinya hendak mencari nafkah. Mencari nafkah sendiri untuk menambah uang jajan Read more…